How proud you to be a pharmacist?

"Farmasis? baru denger gue"

"Yang kerja di apotek ya?"

"Farmasis itu yg suka ngasih obat ya?"

"Farmasi? itu yang tempat ambil obat di rumah sakit"

"Apoteker? siapa itu?"

Mungkin, bagi sebagian orang (termasuk saya dulu) yang awam dengan dunia kesehatan, sama sekali nggak tahu apa itu Farmasis yang merupakan lulusan farmasi (baik itu SMK, D3, S1) atau apoteker (yang sudah menempuh pendidikan profesi). Saya cuma tahu obat, apotek, tempat ambil obat, dan tempat untuk nimbang (biasanya di apotek tersedia timbangan ☺☺)

Sebelum saya mengenal dunia farmasi atau dunio obat, saya bercita-cita menjadi dokter sampai saya "kecemplung" di perguruan tinggi jurusan farmasi, saya masih berniat untuk mencoba menjadi seorang dokter. Hal ini ternyata menjadi salah satu alasan mengapa mengambil kuliah farmasi (mungkin ada juga yang begitu)..

Dunia farmasi bagi saya dulu adalah dunia yang ruwet (karena saya tidak begitu suka kimia) mempelajari ilmu kimia, sesuatu yang abstrak dan rumit (menurut saya) dengan segala jenis rumus bangun, struktur, berat molekul, massa, stereoisomer, kristal, amorf, dan lain-lain.
Dulu, saya membayangkan saya akan belajar materi biologi (ya saya juga belajar di farmasi) dan berinteraksi langsung dengan kadaver* untuk betul-betul mendalami dunia kedokteran (dan di farmasi juga masih ketemu kok di praktikum anatomi dan fisiologi manusia hehe)
*kadaver : mayat yang diawetkan

Lalu dalam sebuah Forum Grup Discussion, atau FGD, kami mendapat topik "How proud you to be a pharmacist?" yang membuat saya tertegun dan menjadi pertanyaan besar dalam diri saya. sudah beberapa tahun menjadi mahasiswa farmasi, tapi saya masih belum bisa menjawab pertanyaan sederhana tersebut. Apakah saya benar-benar sudah senang dengan dunia farmasi atau menjalani dunia ini karena keharusan saya menuntut ilmu di perguruan tinggi?

Jadi, mari kita review seperti apa sih dunia farmasi itu? ☺

1. Definisi
Menurut PP No 51 tahun 2009, Tenaga Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.
Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah
jabatan Apoteker.
Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani Pekerjaan 
Kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga
Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.
Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Perubahan atas definsi dan hal - hal terkait kefarmasian dalam undang-undang atau peraturan pemerintah akan dibahas di postingan selanjutnya.

2. Bidang Farmasi
Secara Umum, farmasi memiliki 3 bidang yang perlu dikuasai oleh setiap farmasis.
  • Bidang Kimia, Biokimia, dan Bahan alam
Obat dibuat dengan menggunakan sumber sumber berkualitas yang dibuat sesuai dengan proses tertentu dan dalam kriteria tertentu. Dalam dunia farmasi, kita mengenal dua macam sumber yakni alami dan sintesis. Alami merupakan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan atau hewan sedangkan sintesis berasal dari bahan-bahan kimia yang mengalami beberapa proses untuk menjadi suatu senyawa atau molekul yang diinginkan. Dalam bidang ini kita mengenal farmakognosi, Kimia organik, Kimia Bahan Alam, biokimia, dan lain-lain
  • Bidang Teknologi Farmasi dan Analisa Farmasi
Kapsul, Tablet, Sirup adalah bentuk sediaan farmasi yang beredar dan banyak digunakan oleh masyarakat. sediaan tersebut diperoleh dengan beberapa prosedur dan teknik yang dipelajari dalam mata kuliah/pelajaran Farmaseutika (dasar maupun lanjutan), Teknologi sediaan (padat, cair, dan setengah cair & padat), dll. Bahkan terdapat mata kuliah yang membahas tentang sediaan kosemetik. Dalam formulasi tidak akan lepas dengan bidang Analisa kimia yang dapat dipelajari dalam Analisa Instrumen, Analisa Kimia Farmasi, dll. Selain dalam bidang teknologi, analisa sangat penting dalam kuantitas dan kualitas suatu obat atau produk yang berkaitan dengan mutu sediaan obat.
  • Bidang Klinis dan Pelayanan
Apotek, Rumah Sakit, adalah sarana pelayanan kefarmasian yang menyalurkan sediaan obat secara langsung kepada pasien. Obat yang diserahkan harus sesuai dengan penyakit yang diderita pasien, suplemen kesehatan yang sesuai kebutuhan pasien, dan diberikan informasi penggunaan sediaan farmasi yang baik. semua ini harus didasarkan pada pengetahuan tentang mekanisme kerja obat, patofisiologi penyakit, dan dosis obat tersebut serta keterampilan dalam menjelaskan sesuai dengan kefarmasian. beberapa mata kuliah yang dipelajari adalah farmakologi, farmakoterapi, pharmaceutical care (asuhan kefarmasian), dll.

Jadi, Sekolah atau kuliah jurusan farmasi itu berat (dimana mana belajar itu ga mudah ☺)
Seorang farmasi wajib untuk (setidaknya) memahami dan mengerti tentang 3 bidang itu sekaligus karena semuanya saling terkait. Sekalipun seorang farmasis memilih salah satu bidang sebagai fokus atau minat nya, secara umum seorang farmasi harus menguasai bidang - bidang tersebut.

3. Termasuk dalam dunia kesehatan
Karena tenaga kefarmasian merupakan salah satu tenaga kesehatan, sehingga perannya berhubungan dengan hidup seseorang secara langsung. Dalam menentukan dosis ketika membuat puyer di apotek, atau ketika membaca resep dari dokter, atau ketika membagi pulveres dalam puyer / kapsul. semua hal ini membutuhkan ketiga Ketelitian, Fokus, dan Hati hati sehingga efek yang dituju akan tercapai dan tidak timbul efek samping akibat kesalahan manusia (human error) yang berkaitan dengan konsep farmasi yakni Efikasi, Keamanan, dan Khasiat.

Tidak mudah menjadi seorang farmasis, tapi banyak sekali manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Apalagi jika masyarakat terbantu dengan apa yang kita lakukan, seperti memberikan pelayanan kefarmasian yang baik dan benar dengan ramah dan sopan santun, mampu memberikan akses pelayanan kefarmasian yang terjangkau, dan dapat membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan medis, terlepas dari apapun minat / fokus seorang farmasis dalam bidang farmasi.

So, How Proud You To Be A Pharmacist ??

Komentar